Setiap orang memiliki cita-cita untuk hidup sukses dan bahagia. Tidak ada seorang pun yang ingin menjalani hidup dalam kegagalan dan kesedihan.
Namun kenyataannya, tidak semua orang memahami dengan benar makna dari kesuksesan dan kebahagiaan itu sendiri.
Sebagian dari kita masih memaknai kesuksesan dari ukuran-ukuran yang bersifat materi.
Kesuksesan sering diidentikkan dengan banyaknya harta, tingginya jabatan, gemilangnya karier, besarnya pengaruh kekuasaan, atau kemegahan fasilitas duniawi.
Sementara kebahagiaan dianggap hadir ketika semua keinginan materi itu tercapai.
Padahal jika kita renungkan lebih dalam, semua hal tersebut hanyalah sarana kehidupan dunia yang sifatnya sementara.
Harta bisa berkurang bahkan habis, jabatan bisa berakhir, kekuasaan bisa berganti, dan popularitas bisa memudar.
Semua itu tidak menjamin seseorang mendapatkan ketenangan hati, apalagi menjamin keridhaan Allah ketika kelak kembali menghadap-Nya.
Karena itulah Islam memberikan panduan tentang makna kesuksesan sejati.
Dalam Al-Qur’an diperkenalkan konsep baqiyatus shalihat, yaitu amal-amal kebajikan yang pahalanya terus kekal dan menjadi bekal kehidupan akhirat.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Kahfi ayat 46:
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا
Artinya:
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Tetapi amal kebajikan yang terus kekal pahalanya adalah lebih baik di sisi Tuhanmu sebagai balasan dan lebih baik untuk menjadi harapan.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa harta dan keluarga memang merupakan nikmat serta keindahan dalam kehidupan dunia. Namun keduanya bukanlah tujuan akhir.
Yang paling bernilai di sisi Allah adalah amal-amal kebaikan yang terus mengalir pahalanya.
Di sinilah kita belajar bahwa kesuksesan sejati bukan sekadar memiliki banyak hal di dunia, tetapi sejauh mana hidup kita dipenuhi dengan kebaikan, manfaat, dan amal saleh.
Ramadhan menjadi momentum yang sangat tepat untuk menata kembali orientasi hidup kita.
Bulan yang penuh berkah ini mengajarkan kita untuk memperbanyak ibadah, memperkuat keikhlasan, memperluas kepedulian kepada sesama, serta memperbanyak amal yang bernilai abadi.
Setiap sedekah yang kita berikan, setiap doa yang kita panjatkan, setiap kebaikan yang kita lakukan, bahkan setiap senyum yang menenangkan hati orang lain, semuanya dapat menjadi bagian dari baqiyatus shalihat.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki arah perjalanan hidup kita.
Boleh saja kita berusaha meraih keberhasilan dunia, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan membangun kehidupan yang layak.
Namun jangan sampai kita lupa bahwa tujuan tertinggi dari kehidupan ini adalah meraih ridha Allah.
Ketika hidup kita dipenuhi dengan amal kebaikan, hati akan menjadi lebih tenang, langkah hidup lebih bermakna, dan harapan masa depan lebih terang.
Inilah kesuksesan yang sesungguhnya, yaitu ketika kebahagiaan dunia berjalan seiring dengan keselamatan di akhirat.
Semoga Allah membimbing kita untuk selalu menanam baqiyatus shalihat dalam setiap langkah kehidupan kita.
Dan semoga Ramadhan ini menjadi jalan bagi kita untuk meraih kesuksesan yang sejati : hidup yang penuh keberkahan di dunia dan kebahagiaan yang abadi di akhirat.
Semoga bermanfaat.
Oleh : H.Agus Triono, M.Pd
