SITUBONDO (ldiisitubondo.or.id) – Menghadapi euforia malam pergantian tahun yang seringkali identik dengan hura-hura, DPD LDII Kabupaten Situbondo mengambil langkah preventif untuk melindungi moral generasi muda. Melalui Bidang Remaja dan Keputrian, LDII Situbondo menggelar pengajian semalam suntuk bertajuk “SERIUSS” (Serunya Mengaji Akhir Tahun Generus Situbondo), Kamis (1/1/2026).

Acara yang dipusatkan di Masjid Nurulhaq, Kota Situbondo ini diikuti oleh ratusan generasi muda, mulai dari jenjang SMP hingga mahasiswa. Peserta datang dari 10 Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Situbondo, membentang dari wilayah Besuki di ujung barat hingga Asembagus di ujung timur.
Literasi Digital: Mengenal Artificial Intelligence (AI)
Ada yang berbeda pada pelaksanaan tahun ini. Di sela-sela kajian dalil Al-Quran dan Al-Hadits mengenai kerusakan akhir zaman, panitia menghadirkan materi khusus mengenai Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan. Materi ini dibawakan oleh perwakilan Pengurus Muda-mudi, Rifqi Fajaryanto.

Dalam paparannya, Pengurus Generus yang akrab dipanggil Mas Rifqi ini menjelaskan bagaimana teknologi AI saat ini berkembang pesat dan mulai memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Ia menekankan pentingnya generus LDII untuk tidak gagap teknologi (gaptek), namun tetap memiliki filter agama yang kuat dalam menggunakan teknologi tersebut.
“Generasi muda LDII harus cerdas memanfaatkan AI untuk hal-hal yang produktif dan dakwah, bukan justru terhanyut dalam dampak negatifnya. Kita harus menjadi pengendali teknologi, bukan dikendalikan oleh teknologi,” ujar Mas Rifqi di hadapan para peserta yang tampak antusias.
Kombinasi Ilmu dan Kebersamaan
Kegiatan yang berlangsung maraton sejak 31 Desember 2025 pukul 16.00 WIB hingga subuh 1 Januari 2026 ini dirancang dengan konsep yang segar namun tetap sarat nilai keagamaan. Fokus utama pengajian adalah pendalaman dalil-dalil Al-Quran dan Al-Hadits mengenai kerusakan akhir zaman, sebagai upaya membentengi iman para generus yang disampaiakan oleh Ustad Eilfad Faishol Barri

Agar suasana tetap menyenangkan (enjoyable), panitia mengemas acara dengan berbagai variasi kegiatan, di antaranya:
- Games Interaktif: Untuk membangun keakraban antar Generus.
- Nasehat : Nasehat pemantapan agama dari DPD LDII dan Dewan Penasehat DPD LDII Situbondo.
- Barbeque : Sesi bakar-bakar untuk mempererat kerukunan antar generus.
Apresiasi dari Tokoh Organisasi

Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Situbondo, H. Agus Triono, M.Pd, menyatakan rasa bangga dan harunya melihat antusiasme para remaja.
“Di saat mayoritas pemuda di luar sana terjebak dalam pesta pergaulan bebas dan hura-hura, generasi penerus LDII masih mau dibina dan diarahkan ke hal positif. Ini adalah aset masa depan yang harus kita jaga,” ujar H. Agus dalam nasehatnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Situbondo, Ir. Arief Fadjar, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah agenda rutin tahunan yang bersifat nasional.
“Harapan kami jelas, yakni agar generus LDII terjaga dari kemaksiatan, khususnya pada malam pergantian tahun. Kami ingin mereka menjadi generasi yang profesional religius,” pungkas Arief.
Gerakan Serentak Nasional
Kegiatan pengajian akhir tahun ini tidak hanya berlangsung di Situbondo. DPD LDII di berbagai kota di seluruh Indonesia juga menyelenggarakan acara serupa secara serentak dengan berbagai tema kreatif. Meski tema yang diusung berbeda-beda di setiap daerah, tujuannya tetap satu: menjaga generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan dan mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat.
