SITUBONDO — Memperingati Hari UMKM Nasional yang jatuh pada 12 Agustus 2026, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mempertegas komitmennya untuk mendorong penguatan kualitas dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas serta menjadi pilar utama perekonomian nasional.
Ketua DPP LDII Bidang Ekonomi Pemberdayaan Masyarakat, Ivan Hartawan, menyampaikan bahwa sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja. Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan modal, legalitas, sertifikasi halal, pemanfaatan teknologi, hingga akses pasar masih perlu diatasi.
“Persoalan kita bukan sekadar menambah jumlah UMKM, melainkan meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kemampuan mereka untuk naik kelas melalui pendampingan usaha yang berkelanjutan,” jelas Ivan.
Sejalan dengan arahan pusat, Dewan Pimpinan Daerah (DPD LDII Kabupaten Situbondo) di bawah kepemimpinan Ir. Arief Fadjar turut mengambil peran aktif dalam pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Situbondo. Melalui jaringan di tingkat cabang hingga anak cabang, LDII Situbondo mendorong pembinaan kewirausahaan, pendampingan legalitas, serta penguatan literasi digital bagi para pelaku usaha lokal.
Ketua Departemen EPM DPP LDII, Taufik Armand, menambahkan bahwa pendampingan juga mencakup fasilitasi sertifikasi halal serta pengembangan koperasi berbasis syariah untuk mendukung pembiayaan usaha warga.
“Bangun usaha yang halal, legal, produktif, dan masuk akal. Jangan berjalan sendiri, tetapi bergabunglah dalam komunitas dan jejaring kemitraan yang sehat,” tegas Taufik.
Sinergi antara program pembinaan ekonomi LDII dengan Pemerintah Kabupaten Situbondo diharapkan mampu menciptakan ekosistem UMKM lokal yang mandiri, berdaya saing, dan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Situbondo.
(Disadur dari artikel LDII dan warta LDII Situbondo)
